Search This Blog

Monday, August 20, 2012

SOAL

PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
UJIAN SEKOLAH/MADRASAH
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

LEMBAR SOAL



Nama Mata Pelajaran  : Pendidikan Kewarganegaraan
Satuan Pendidikan       : SMA / MA
Program                      : IPA / IPS / BAHASA
Hari / Tanggal              : Senin, 19 Maret 2012
Alokasi Waktu            : 120 Menit
Pukul                          : 10.00 – 12.00 Wita
Kode Soal                   :


PETUNJUK UMUM

1.      Gunakan ballpoint tinta hitam dan beri tanda silang ( X ) pada Lembar Jawaban yang disediakan.
Contoh :   A         B         C         D         E
2.      Hitamilah dengan pensil 2B bulatan (     ) salah satu  huruf  pada Lembar Jawaban Komputer ( LJK ) yang anda anggap paling benar.
3.      Tulislah lebih dahulu Kode Soal dan Nomor Peserta anda pada baris yang telah disediakan.
4.      Periksa dan bacalah soal-soal sebelum anda menjawabnya.
5.      Laporkan kepada Pengawas Ujian kalau  terdapat tulisan yang kurang  jelas, rusak atau jumlah soal kurang.
6.      Jumlah soal 50 ( lima puluh)
7.      Dahulukan soal yang anda anggap mudah.
8.      Mintalah kertas buram untuk catatan kepada Pengawas Ujian, bila diperlukan.
9.      Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas Ujian.
10.  Tidak diijinkan menggunakan kalkultor, tabel matematika atau alat bantu lainnya.
11.  Tidak diperbolehkan membawa / mengaktifkan HP saat mengikuti Ujian.


Pengertian Ideologi

Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakanoleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologidapat dianggap sebagai visi yangkomprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapaarah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan olehkelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalikideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif.Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide)yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi intipolitik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologiwalaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.(definisi ideologiMarxisme).

Fasisme



Pengertian Fasisme adalah suatu paham yang mengedepankan bangsa sendiri danmemandang rendah bangsa lain. Dengan kata lain, fasisme adalah suatu sikapnasionalisme yang berlebihan.

Fasisme dapat menghambat proses multikulturalisme karena bersifat :
  • Ultra Nasionalis
  • Rasis
  • Militeris
1.      Imperialis
Unsur-unsur pokok dalam ideologi fasisme :
Ketidakpercayaan pada kemampuan nalar keyakinan yang bersifat fanatik dan dogmatic adalah sesuatu yang sudah pasti benar dan tidak boleh lagi didiskusikan. Terutama pemusnahan nalar digunakan dalam rangka “tabu” terhadap masalah ras, kerajaan atau pemimpin.

Memperoleh Kewarganegaraan RI



hai saya Jimmy ingin memberikan informasi tentang memperoleh kewarganegaraan  di Republik Indonesia...

biasanya ada pertanyaan seperti ini :
Sudah berapa tahun anda tinggal di Indonesia? apakah berturut-turut atau tidak? apakah anda masuk ke indonesia secara Legal atau Ilegal? pertanyaan diatas adalah warga negara asing yang ingin menjadiwarga negara indonesia...

Menurut UU No. 12 Tahun 2006
a.       Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu warga Negara Indonesia
b.      Anak yang lahirdari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga Negara asing
c.       Anak yang lahirdari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga Negara
asing dan ibu WNI

Akar Sejarah


Pemikiran liberal (liberalisme) adalah satu nama di antara nama-nama untuk menyebut ideologi Dunia Barat yang berkembang sejak masa Reformasi Gereja dan Renaissans yang menandai berakhirnya Abad Pertengahan (abad V-XV). Disebut liberal, yang secara harfiah berarti “bebas dari batasan” (free from restraint), karena liberalisme menawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. (Adams, 2004:20). Ini berkebalikan total dengan kehidupan Barat Abad Pertengahan ketika gereja dan raja mendominasi seluruh segi kehidupan manusia.